Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts
Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts

Thursday, June 23, 2016

Inna Ma-'Al-'Usri Yusro


Awalnya saya pikir, tidak ada satu halpun yang sia-sia di muka bumi ini, tapi ternyata tidak dengan mengeluh. Dengan mengeluh apa yang bisa kita dapatkan? Merasa enakan? Saya pikir tidak, beban terasa lebih menumpuk dan kasihannya, mengeluh akan memberikan beban tambahan kepada orang yang mendengarkan keluhan kita.

Masalah adalah sebuah bagian dari paket kehidupan manusia, bahkan saya pikir jika ada manusia yang memilih tinggal sendirian dalam sebuah hutan guna menghindari masalah, maka ia tak akan bisa lepas dari masalah, mungkin masalah yang sedang ia hindari memang terhindar, namun pada akhirnya masalah baru yang akan muncul.

Allah, Sang Pencipta kita, Yang Maha Mengetahui mengenai kehidupan kita bahkan mengulang dua kali ayat "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan". Bukankah itu berarti Allah sedang menegaskan kepada kita untuk yakin dengan janji-Nya dan tak perlu merasa khawatir?

Janji Allah itu PASTI dan NYATA

Mungkin penglihatan kita saat ini hanya terhalangi kabut tebal, padahal kemudahan itu sedang menanti kita di depan sana. Mungkin kedua kaki kita enggan melangkah karena mengikuti rasa malas, padahal kemudahan yang dijanjikan itu tinggal beberapa langkah saja di depan kita.
Sembari menanti kemudahan yang pasti itu terlihat, mari berikhtiar dan bertawakal dengan sungguh-sungguh. Mungkin juga kemudahan itu belum terlihat karena kita belum berusaha dan berserah diri dengan benar.
Maaf terlalu banyak kata mungkin, saya hanya mencoba berbaik sangka karena “Sesungguhnya Allah berkata, Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku terhadap Aku dan Aku bersamanya ketika ia berdoa kepada-Ku.” (HR. Muslim).


"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”



#MemotivasiDiriSendiri


Maros, 18 Ramadhan 1437 H

Monday, February 16, 2015

Detik-detik Wafatnya Rasulullah SAW: "Ummatii, Ummatii, Ummatii!"

Usai khutbah singkatnya nan penuh haru, kedua bola matanya teduh menatap satu persatu sahabatnya yang sedari tadi menahan tangis disertai desahan hati oleh kekhawatiran.
Bagaimana tidak? Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya.
Kala turun dari mimbar, tubuhnya melemah dan limbung.

Saat itu, seluruh pemilik hati yang senantiasa mencintainya seakan ingin menahan tiap detik yang berlalu, mengembalikkan waktu jika bisa.

Sementara itu, di atas pelepah kurma, badannya terbaring lemah disertai piluh yang membasahi keningnya. Tatkala momen haru itu berlangsung, tiba-tiba terdengar seruan salam dari balik daun pintu, meminta izin tuk diperkenankan masuk.
Namun putri bungsunya tak mengizinkan, khawatir kesehatan ayahnya mungkin memburuk oleh besukan seseorang.

Dengan pandangan yang menggetarkan, ia menanyakan keberadaan tamu yang tak dikenali putri bungsunya tadi. Lalu memberitahukan identitas tamu itu yang sebenarnya.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” ujarnya lembut.

Izrail memberi salam dan mengetuk daun pintu rumahnya. Sesosok malaikat maut meminta izin kepadanya, ketika hendak memisahkan ruh dan raganya.
Beliaulah Rasulullah SAW. manusia terpuji di muka bumi, sebaik-baik teladan seluruh umat manusia. Sedangkan wanita mulia yang berada di sisinya, yang terus menahan ledak tangisnya adalah Fatimah az Zahra.

Tak mendapati Malaikat Jibril ketika Izrail menghampiri, Rasulullah menanyakan mengapa Jibril tak menyertainya. Jibril yang sudah bersiap di langit menyambut ruh kekasih Allah pun dipanggil turun. Jibril turun membawa kabar nikmat terindah. Di langit sana, telah disiapkan hak-hak Rasulullah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu, semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” jelasnya.

Kabar nikmat tiada tara itu, tak membuat benak Rasulullah lega, matanya masih penuh kekhawatiran. Ternyata yang dipikirkannya bukanlah nikmat yang pasti akan ia temui, beliau SAW. tak memikirkan dirinya bahkan di detik-detik terakhir nafasnya.

“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib ummatku kelak?,” suaranya bergetar cemas.

Ya, yang beliau khawatirkan bukanlah wasiat maupun warisan. Melainkan umatnya di masa mendatang, yang belum pernah beliau temui sebelumnya.

Detik itu, saatnya Izrail melaksanakan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Tubuhnya bersimbah piluh, urat-urat lehernya nampak jelas. Beliau mengaduh kesakitan. Mengenai betapa perihnya sakaratul maut. Sakit yang tak tertahankan. Fatimah terpejam mengisak, Ali tertunduk dalam, sedangkan Jibril memalingkan muka, tak sanggup menyaksikan kekasih Allah direnggut ajal.

Merasakan dahsyatnya maut, Rasulullah mengaduh kepada Allah agar semua siksa maut umatnya ditimpakan saja kepadanya. Ternyata cintanya lebih dahsyat.

Beberapa saat, badan Rasulullah mulai mendingin, tubuhnya sudah tak mampu bergerak lagi. Ali mendekatkan telinganya ketika melihat bibir Rasulullulah bergetar hendak membisikkan sesuatu.

“Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum (Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”

“Ummatii, ummatii, ummatii!,”
Dan, panggilan hangat penuh cinta Rasulullah kepada kita (umatnya), menjadi akhir hidup manusia termulia itu di muka bumi. Di luar pintu, ledakan tangis terdengar, para sahabat berpelukan saling menguatkan.

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa’alaihi wasahbihi wasallim.






Thursday, December 12, 2013

Bergaul Dengan yang Bukan Muhrim


Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh..
     Adab merupakan tata cara dan bergaul merupakan sosialisasi atau berinteraksi antar sesama, adab bergaul dalam Islam tentu harus kita pahami.. Dan beberapa catatan sewaktu pengajian jum’at yang saya temukan di antaranya:

1.     Menundukkan Pandangan

     Sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala dalam Surah An-nur ayat 30 dan 31: "Katakanlah kepada orang-orang laki-laki yang beriman "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, apa yang mereka perbuat."
"Katakanlah kepada wanita yang beriman :"Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. “
     Dalam ayat di atas, Allah Subhaanahu wa Ta’ala. menjelaskan bahwa seorang muslim dan muslimah tak boleh memandangi lawan jenis yang bukan mahramnya. 
“Kenapa seperti itu? Bagaimana bisa? Bagaimana jika di hadapan kita adalah lawan jenis yang bukan mahram kita, sedang kita tidak sengaja melihatnya?”
     Hmm, melihat dapat diperbolehkan atau halal jika pandangan itu hanya sekali dan tak disengaja. Yah, dan pandangan pertama namun diikuti pandangan berikutnya berasal dari setan dan dapat menimbulkan fitnah sehingga tidak diperbolehkan.

 
2.      Menutup Aurat

  Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.” (QS. An-Nûr: 31).

Saturday, July 20, 2013

Karena Hanya Rasulullah Yang Pantas

Idola itu panutan, maka pilihlah idola yang bisa menjadi cerminan yang baik. Sayangnya, zaman sekarang kita seperti kehabisan idola yang benar-benar bisa dijadikan panutan. Hanya berbekal wajah elok yang menawan sudah bisa jadi idola, tidak peduli bagaiman akhlak orang yang diidolakan. Apakah mereka senang membuat sensasi busuk, bergaya hidup yang buruk, sang penggemar tidak peduli. Jangan heran bila mereka akan membela mati-matian sang idola. Rela berdebat hingga penggal urat syaraf dengan mereka yang menghina idolanya. Padahal kelakuan mereka yang diidolakan begitu tercela. Duh, begitulah tingkah pola para penggemar yang telah buta mata hatinya.

 Diri ini pun sebenarnya pernah terjatuh ke jurang yang salah. Mengidolakan mereka yang tak pantas dijadikan panutan. Berteriak teriak histeris tak karuan saat sang idola muncul di TV, menafikan segala keburukan mereka dengan alasan “ah, artis juga manusia biasa", yang lebih parah, lalai dalam mengingatNYA hanya agar tidak ketingggalan penampilan mereka di televisi. Sungguh suatu masa-masa “kegelapan". Dimana mata ini lebih terpaku pada gerak gerik si idola dibanding menyejukkan mata dengan melihat ayat suci. Telinga lebih dilenakan dengan suara merdunya dibanding lantunan Al’quran. Bibir lebih fasih mengulik dari A sampai Z serba serbi si idola daripada menghiasnya dengan membaca ayat ayat Allah. Astaghfirullah.

 Waktu pun akhirnya membawa diri ini menuju satu titik dimana pertanyaan besar mulai berkecamuk, “apa manfaatnya aku mengidolai mereka ?". Yang didapat hanyalah rasa cinta dan benci yang berlebihan. Benci kepada mereka yang menjelek-jelekkan idola tercinta. Dan cinta buta yang kadarnya jauh lebih besar daripada rasa cinta pada Illahi. Tidak salah memang mengidolakan orang lain dan menjadikannya panutan bagi kita. Namun pilihlah orang yang memang pantas untuk kita kagumi. Mereka yang bisa memberi inspirasi positif dan pengaruh yang baik pada kita. Yang berbudi luhur dan indah. Bukan mereka yang kehidupannya dan pribadinya hanya dijadikan objek ghibah karena buruknya perilaku.

Ah, rasanya memang tak ada sosok yang lebih pantas untuk kita jadikan panutan dibanding baginda Rasulullah yang sempurna. Pada diri beliau ada suri tauladan yang baik. Yang kebaikan dan kemasyhuran namanya tidak pernah redup hingga akhir zaman, sekalipun banyak yang memfitnah beliau. Mari kita belajar mengidolakan Rasulullah, dibanding orang orang populer diluar sana yang sebenarnya tak patut dijadikan teladan. Ingatlah, kita akan dikumpulkan bersama orang orang yang kita cintai nanti dialam akhirat. Jangan sampai kita menyesal diakhir zaman karena ternyata kita tak bisa bergabung dengan Rasulullah dan umat umat nabi Muhammad lainnya. Mudah mudahan kita semua bisa menjadi pengikut setia beliau dan dikumpulkan bersamanya di akhirat kelak.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

Source: http://gadisberjilbab.tumblr.com/

Friday, June 14, 2013

Sebuah Surat dari Pejuang Hamas (GAZA) Untuk Rakyat Indonesia

Seluruh isi surat ini telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Arab, yang dikirim oleh seseorang bernama Abdullah Al Ghaza yang Mengaku dari Gaza City-Jalur Gaza melalui surat elektronik (Email) dan artikel diterbitkan oleh Buletin Islami


“Untuk saudaraku di Indonesia, mengapa saya harus memilih dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Friday, May 10, 2013

Hati-hati Dengan HATI

”Ketahuilah.. sesunguhnya didalam jasad itu terdapat segumpal daging, yang apabila segumpal daging itu baik dia maka baiklah seluruh jasadnya, dan apabila segumpal darah itu rusak maka rusaklah seluruh jasadnya, ketauhilah bahwa segumpal daging itu adalah hati“.
(HR. Bukhari dan Muslim dari Abi Abdillah An-nu’man bin Basyir)

Hati, kedengarannya sangatlah familiar dan biasa. Namun, berjuta kata ada dibaliknya
Kalau berbicara tentang hati, orang-orang seketika berpikir itu privasi.

Dan... tak ada satu pun yang tahu jelas mengenai isinya, bahkan si pemilik hati pun kadang cukup rumit untuk membacanya, tetapi lain halnya dengan Sang Maha Pencipta. Hanya Dia lah satu-satunya zat yang mengenal persis mengenai isi-isi di dalamnya.

Berbicara tentang hati, ada dua jenis pemilik hati, ada yang kuat dan juga lemah..

Sunday, April 28, 2013

Ukhti, Jagalah Suaramu!

Penulis: Ummu Aufa
Muroja’ah: Ustadz Abu Salman (Pengajar Ma’had ‘Ilmi Putri)

Anugerah kecantikan yang Allah berikan kepada wanita dari berbagai sisinya dapat menimbulkan dampak kebaikan dan keburukan baik untuk dirinya sendiri atau lawan jenisnya. Bak mutiara indah yang senantiasa menebarkan kilauannya.
 Namun kilauan itu juga dapat menjadi ladang kemaksiatan jika tidak dijaga oleh pemiliknya seperti dicuri atau dirampas. Begitu pula keindahan dari seorang wanita akan mengundang keburukan jika tidak dijaga dengan baik. Keburukan yang akan timbul antara lain munculnya fitnah dari dalam dirinya. Sebagaimana telah disabdakan oleh Rosululloh ShollAllahu ‘Alaihi Wa salam, bahwa Wanita adalah salah satu perhiasan dunia yang bisa menjadi FITNAH.

“Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki-laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Muslim no 2740 [97])

“Hati-hatilah terhadap wanita, karena fitnah pertama kali yang menimpa bani isroil disebabkan oleh wanita.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Muslim no 2742 [99])

Segala keindahan yang terdapat dalam diri seorang wanita harus dijaga, bahkan hal yang dianggap remeh pun seperti “suara”. Tanpa pernah kita sadari, suara juga bisa mendatangkan fitnah, meskipun suara itu keluar bukan dimaksudkan secara khusus untuk melagukannya atau untuk menarik perhatian. Untuk itu Allah telah melarang kaum Hawa untuk berlemah lembut dalam berbicara dengan laki-laki agar tidak timbul keinginan orang yang didalam hatinya terdapat penyakit seperti firman-Nya:

“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara dengan mendayu-dayu sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (Al Ahzab: 32)


Saturday, April 20, 2013

Indahnya Ukhuwah Islamiayah


Sering kita menyebut-nyebut kata ukhuwah islamiyah, dan kita artikan sebagai persaudaraan islam. Tapi ga tau persis arti yg sebenarnya. Disini saya akan menguraikannya sesuai yg saya dapatkan dimateri liqo kemarin. Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Pengertian ukhuwah islamiyah adalah keterikan hati dan jiwa antara satu sama lain yang dilandaskan akidah. Ukhuwah Islamiyah ini sangat erat hubungannya, lebih erat dari ikatan darah.


Hakikat-hakikat Ukhuwah Islamiyah:

1. Ukhuwah adalah Nikmat Allah.
Pemberian Allah yg khusus diperuntukan untuk mereka yg terpilih.

Allah berfirman “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran: 103).

 

Blog Template by BloggerCandy.com