Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Saturday, December 12, 2015

Hujan; derai memori usang

Pada Oktober pun November
Bak beruang kutub beradaptasi
Sepotong hatinya berhibernasi
Damai dalam tawa-tawa
Tanpa letupan-letupan
Tanpa tingkah-tingkah bodoh
Lepas

Hampir saja menjadi kebiasaan
Akhir tahun hadir
Desember menyapa
Didampingi hujan yang semakin sering bertamu
Mengiringi detik-detik senja
Mengiringi tidur panjangnya
Disenandungi bunyi hamburan air
Pada permukaan genting
Tik tik tik
Gerisik

Mungkin oleh atap yang berderai
Atau oleh kenangan nan dirapal hujan
Sandarannya tergoyahkan
Tergoncang semenit
Sejam
Dua jam
Memorinya bersekutu
Dan ia terbangun
Dari hibernasi yang ia harap
Sebuah kematian saja

Saturday, August 29, 2015

Mencarimu

Aku senantiasa mencarimu. Di bawah arak-arakan awan di siang hari. 
Di antara kebisingan pun kebisuan. Meski aku tahu kamu tidak ada di sana. 
Aku tetap mencarimu. Kutelusuri jalanan kota hingga sudut-sudut gangnya. 
Mencarimu di antara pengguna roda dua yang melaluiku. 
Aku tetap mencarimu meski kutahu kamu tidak sedang di sana.

Aku masih mencarimu. Di deretan pohon pelindung dan bangku-bangku di taman kota. 
Di baris panjang kursi perpustakaan. Hingga di antara saf majelis. 
Meski kutahu kamu tak ada di sana.
Aku belum berhenti mencarimu. Di antara kalimat tanya yang ku sampaikan kepada orang-orang. 
Di antara ratusan status di media sosial. Pada hanya beberapa teks yang masih tersimpan sedari dua tahun yang lalu. 
Aku belum berhenti mencarimu. Bukan. Aku hanya tak bisa berhenti.






Terinsprirasi oleh coretan mengena Kurniawan Gunadi

Tuesday, December 23, 2014

Malaikat Bersayap Kertas


Sorry reader, tulisannya aneh dan sedikit gaje. Tapi kalau tetap mau baca, sille hamnida(silahkan)..



Sejatinya para malaikat
Berwajah binar oleh kilauan jasa
Tak kenal lelah walau disanding piluh pekat
Kau hadir tuk cerdaskan bangsa

Sejatinya para malaikat
Berparas teduh sejukkan jagat
Kau melangkah bak perwira
Walau kedua tumpuan tak lagi muda

Wahai malaikat bersayap kertas
Bertuliskan ilmu penuh faedah
Nan kau taburkan tanpa batas
Sadarkan kami betapa dunia itu indah

Wahai malaikat bersayap kertas
Mengulurkan tangan melalui jendela dunia
Sepantasnya lencanamu ialah emas
Berkat sayapmu tanamkan bibit bangsa

Kaulah malaikat penerang kebodohan
Mengajak kami selami laut pengetahuan
Bersama sayap yang tak luntur oleh masa
Dipenuhinya hidupmu oleh tumpukan jasa
 

Blog Template by BloggerCandy.com