Seandainya tak ada kejahatan di dunia ini..
Sebuah kalimat yang akhir-akhir ini terus terngiang, setiap melihat keluar jendela, keadaan dunia yang sesungguhnya, keadaan dunia nyata yang sungguh miris dan benar-benar menyeramkan. Saya tahu, bahwa yang terlihat di media-media hanya sepersekian persen dari berbagi kekejaman yang terjadi di bumi ini.
Gerombolan remaja yang merasa senang saat mem-bully temannya sendiri, tanpa pernah sekalipun berpikir, "bagaimana jika saya yang berada diposisinya?".
Beberapa orang tua yang hatinya telah mati dengan menganiaya anaknya sendiri, tidak, mereka bahkan tak pantas disebut orang tua.
Perampok, pencuri, begal, dan apalah sebutan mereka yang taunya hanya merampas milik orang lain, tak ada bedanya dengan seekor kucing liar yang mengambil ikan para ibu rumah tangga, setidaknya kucing liar sedikit tahu diri, mereka mengambil tanpa main fisik.
Egoisme beberapa pejabat yang menginjak-injak masyarakatnya sendiri dengan sepatu kekuasaan.
Para pedofilia dan sejenisnya yang telah kehilangan akal sehat seutuhnya.
Dan yang berada pada level tertinggi, iblis berwujud manusia, yakni kekejaman para tentara Bashar al-Assad dan Israel yang sepertinya telah lupa ingatan bahwa diri mereka adalah manusia.
Seandainya tak ada kejahatan di dunia ini..
Saya sadar, bahwa kalimat tersebut tak sepantasnya diucapkan, karena bisa berarti mempertanyakan takdir dan kehendak Allah.
Namun, hati kecil di lubuk ini terus melonjak tak ingin diam. Mendengarkan jeritan mereka yang menderita, memiliki beban besar ingin menolong mereka keluar dari penderitaan.
Saya sadar bahwa itu adalah sisi kemanusiaan yang fitrah, dan walaupun terbebani, saya tetap bersyukur dengan hal itu, setidaknya dengan beban ini akan menjadi tembok kokoh yang menghindari empunya dalam melakukan kekejaman-kekejaman di atas.
Kepada para pelaku kejahatan, kepada kalian yang telah berbuat jahat, baru saja berbuat jahat, atau yang merencanakan kejahatan, serta kepada diri saya sendiri.
Hanya semenit.. Mari letakkan tangan kalian di tempat hati berada, rasakan keberadaannya, sambil memejamkan mata, hirup udara lepas selepas-lepasnya dan temukan sisi kemanusiaan kita. Bagaimana keadaannya? Masihkah dia berada di sana?
Semoga kita, keluarga serta orang-orang yang kita sayangi senantiasa terhindar dari segala bentuk kejahatan dan berbuat jahat.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin
Showing posts with label Catatan Harian. Show all posts
Showing posts with label Catatan Harian. Show all posts
Sunday, April 2, 2017
Tuesday, August 9, 2016
Let's Go Back to the Good Old Days, My Bestie
Bukankah ketika orang lain terlebih saat orang terdekat kita perhatian kepada kita, kita akan merasa senang dan merasa sangat disayangi?
Saya tahu bahwa pribadi orang berbeda-beda tapi mengenai hal ini, saya pikir semua orang pasti akan merasakan hal yang sama.
Saya hanya sangat sangat tidak bisa mengerti. Ketika saya hanya menunjukkan rasa perhatian dan sayang kepadanya. Dia malah merasa dibenci dan marah bukan main. Saya benar-benar heran, maksud saya, bagian mana yang membuatnya marah? Apa yang membuatnya mengubah keperhatianan saya itu menjadi kebencian?
Apa yang membuat alat pikirnya menolak untuk sediiikitt saja mengerti maksud dan niatan saya?
Bahkan setelah meminta maaf dan tidak ada lagi ketergesekan beberapa bulan, eh ternyata setahun kemudian kebenciannya itu masih tersimpan lalu dicipratkan kembali.
Saya tidak bisa menahan diri juga untuk tidak merasa marah dan kesal. Marah kepadanya dan marah kepada diri saya sendiri. Karena hal ini, saya malah memiliki trauma dan sebisa mungkin untuk tidak menasihati sahabat saya sendiri apalagi orang lain. Saya terus menahan diri sebisa mungkin. Saya malah memilih diam.
Bodoh.
Hanya karena ini, saya malah mengunci diri dan membiarkan hal-hal negatif bergentayangan di sekitar orang-orang yang saya cintai setahun belakangan ini.
Saya kecewa. Kecewa kepadanya dan kepada diri saya sendiri. Namun kejadian itu benar-benar sangat berdampak besar untuk saya. Ketika saya mencoba untuk kembali menunjukkan rasa sayang itu, bayang-bayang kejadian ini muncul dan seketika menghentikan saya dan lebih baik tidak berbuat apa-apa.
Walaupun saya bukan orang yang baik-baik amat, tapi alhamdulillah saya tau mana yang baik mana yang bukan, mana yang dosa mana yang tidak. Namun saya menyerah.
Saya pernah berpikir, mungkin cara saya menyampaikan saja yang salah, tapi setelah setahun ini berpikir, saya belum juga mendapati kesalahan dari cara yang saya lakukan. Saya putus asa dan memilih untuk mendiami saja.
Kepadamu, teman kecil dan sahabat sedari bangku SMP, saat itu saya benar-benar tulus hanya ingin melihatmu menjadi lebih baik, karena saya yakin yang kamu lakukan itu salah. Saya benar-benar tidak ada sedikitpun maksud untuk menjatuhkan atau menyakitimu.
So, can we go back to the good old days? Can you just let go of your painful? Could you try to understand me?
You know that writing this kind of letter makes me goosebump, right? But I really tried to show my sincerity..
Thursday, June 23, 2016
Inna Ma-'Al-'Usri Yusro
Awalnya saya pikir, tidak ada satu halpun yang sia-sia di muka bumi ini, tapi ternyata tidak dengan mengeluh. Dengan mengeluh apa yang bisa kita dapatkan? Merasa enakan? Saya pikir tidak, beban terasa lebih menumpuk dan kasihannya, mengeluh akan memberikan beban tambahan kepada orang yang mendengarkan keluhan kita.
Masalah adalah sebuah bagian dari paket kehidupan manusia, bahkan saya pikir jika ada manusia yang memilih tinggal sendirian dalam sebuah hutan guna menghindari masalah, maka ia tak akan bisa lepas dari masalah, mungkin masalah yang sedang ia hindari memang terhindar, namun pada akhirnya masalah baru yang akan muncul.
Allah, Sang Pencipta kita, Yang Maha Mengetahui mengenai kehidupan kita bahkan mengulang dua kali ayat "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan". Bukankah itu berarti Allah sedang menegaskan kepada kita untuk yakin dengan janji-Nya dan tak perlu merasa khawatir?
Janji Allah itu PASTI dan NYATA
Mungkin penglihatan kita saat ini hanya terhalangi kabut tebal, padahal kemudahan itu sedang menanti kita di depan sana. Mungkin kedua kaki kita enggan melangkah karena mengikuti rasa malas, padahal kemudahan yang dijanjikan itu tinggal beberapa langkah saja di depan kita.
Sembari menanti kemudahan yang pasti itu terlihat, mari berikhtiar dan bertawakal dengan sungguh-sungguh. Mungkin juga kemudahan itu belum terlihat karena kita belum berusaha dan berserah diri dengan benar.
Maaf terlalu banyak kata mungkin, saya hanya mencoba berbaik sangka karena “Sesungguhnya Allah berkata, Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku terhadap Aku dan Aku bersamanya ketika ia berdoa kepada-Ku.” (HR. Muslim).
"Maka sesungguhnya bersama
kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”
#MemotivasiDiriSendiri
Maros, 18 Ramadhan 1437 H
Maros, 18 Ramadhan 1437 H
Posted by
Zakinah Rizky Rahman
at
7:47 AM
Labels:
Artikel Islami,
Catatan Harian,
Motivasi
Wednesday, June 1, 2016
Farewell: Terima Kasih untuk Empat Tahun
**
Mungkin karena sejak kecil diajarkan untuk selalu berterima-kasih pada setiap pemberian, maka akan kuanggap cerita kosong selama empat tahun ini adalah pemberian yang harus ku'terima-kasih'kan
Mari sudahi saja kebertepukan yang tak berbunyi, mungkin kau juga sudah lelah, walau bukan tangan kananmu yang menengadah
Walaupun perasaan tak dapat diselesaikan dengan usaha melupakan, maka biarlah jika sekiranya begini
Toh, kau tak akan berubah atau terganggu sekalipun, tanpa tebebani oleh luka-luka yang telah lalu, dan sekian harap yang tak pernah teraih. Sedangkan aku tak perlu tertekan oleh keharusan untuk melupakan
Karena jiwa ini membutuhkan kebebasan tanpa kekhawatiran lagi, tanpa harap-harap semu yang bodoh, maka kan kuizinkan ia bebas mengejar kebahagiaan.
Sunday, March 13, 2016
Kapan (k)ata (i)tu akan jadi pan(ta)s?
kita, dua kosa kata yang berpikir tuk kuselipkan dalam sebait tulisanpun tak berani
mungkin karena risi yang menyeruak atau berhamburnya sekardus kenangan yang semula terisolasi rapi
atau bisa jadi karena di setiap tulisan ini memang tidaklah pantas ada kata kita
di antara syair orang-orang yang bertuliskan kata kita, selalu saja kudapati diriku menciut
bagaimana mungkin mereka menaruh beberapa kita pada tiap barisnya tanpa beban?
*
suatu saat akankah kata itu kan menjadi pantas?
dan dengan nyamannya kuselipkan pada beberapa bait
mungkin karena risi yang menyeruak atau berhamburnya sekardus kenangan yang semula terisolasi rapi
atau bisa jadi karena di setiap tulisan ini memang tidaklah pantas ada kata kita
di antara syair orang-orang yang bertuliskan kata kita, selalu saja kudapati diriku menciut
bagaimana mungkin mereka menaruh beberapa kita pada tiap barisnya tanpa beban?
*
suatu saat akankah kata itu kan menjadi pantas?
dan dengan nyamannya kuselipkan pada beberapa bait
Saturday, February 27, 2016
Nobody will understand me: Gara-gara EXOluXion in Jakarta
Saya yakin bahwa tidak semua orang bisa mengerti perasaan seseorang, jika mereka tidak merasakannya sendiri
Maka dari itu kepada kalian yang bukan EXO-L, silahkan mengabaikan tulisan ini. Terima kasih
...
Setelah berhasil menggelar konser "The Lost Planet" di Indonesia pada tahun 2014, hari ini, Sabtu, 27 Februari 2016, EXO kembali mengadakan konser EXO Planet 2 EXOluXion di Jakarta.
Perasaan kecewa dari dua tahun silam saja masih jelas terasa, dan sekarang, perasaan itu malah tertumpuk, rasanya benar-benar berat, membayangkan euforia EXO-Ls beruntung disana. Mereka pasti serasa mimpi, bertemu orang-orang yang setiap hari hanya dapat mereka lihat dari balik layar handphone.
Hhhh oksigen yang kuhirup ini, mereka juga sedang menghirup oksigen dari negara yang sama denganku. Kita sedang menghirup dan memandang langit yang sama, bukan?-_-
Jujur, saya tidak pernah tertarik dengan hal-hal semacam pacaran, dan selalu menjawab "tidak" setiap teman-teman sekampus menanyakan pendapat saya mengenai ketampanan seseorang. "Liatmi itue, cakep na toh?", "nda, biasaji"
Hmm, mungkin karena standar ketampanan yang saya ketahui itu berbeda haha-_-"
Mereka disana pasti sedang sangat bahagia, sampai berusaha meminimalisir kuantitas kedipan mata. Sedangkan saya disini, hanya bisa mengabadikan rasa kekecewaan. Ah! jinjja you're so lucky guys.
D.O oppa, lagi-lagi kita tak dipertemukan, padahal kau sudah jauh-jauh ke Jakarta, maafkan EXO-Lmu yang tak berduit ini -,_-
Saya berharap, bagi kalian yang bukan EXO-L tapi masih membaca hingga baris ini dapat mengerti walau hanya seperseribu perasaan saya, berhenti menertawakan saya, walaupan saya tahu bahwa postingan kali ini akan anda cap menjadi postingan teralay saya-,-
Sekian.
Ya, Allah, I wish I were here right now, One day, You will give me a chance, right? Jebal :')
Maka dari itu kepada kalian yang bukan EXO-L, silahkan mengabaikan tulisan ini. Terima kasih
...
Setelah berhasil menggelar konser "The Lost Planet" di Indonesia pada tahun 2014, hari ini, Sabtu, 27 Februari 2016, EXO kembali mengadakan konser EXO Planet 2 EXOluXion di Jakarta.
Perasaan kecewa dari dua tahun silam saja masih jelas terasa, dan sekarang, perasaan itu malah tertumpuk, rasanya benar-benar berat, membayangkan euforia EXO-Ls beruntung disana. Mereka pasti serasa mimpi, bertemu orang-orang yang setiap hari hanya dapat mereka lihat dari balik layar handphone.
Hhhh oksigen yang kuhirup ini, mereka juga sedang menghirup oksigen dari negara yang sama denganku. Kita sedang menghirup dan memandang langit yang sama, bukan?-_-
Jujur, saya tidak pernah tertarik dengan hal-hal semacam pacaran, dan selalu menjawab "tidak" setiap teman-teman sekampus menanyakan pendapat saya mengenai ketampanan seseorang. "Liatmi itue, cakep na toh?", "nda, biasaji"
Hmm, mungkin karena standar ketampanan yang saya ketahui itu berbeda haha-_-"
Mereka disana pasti sedang sangat bahagia, sampai berusaha meminimalisir kuantitas kedipan mata. Sedangkan saya disini, hanya bisa mengabadikan rasa kekecewaan. Ah! jinjja you're so lucky guys.
D.O oppa, lagi-lagi kita tak dipertemukan, padahal kau sudah jauh-jauh ke Jakarta, maafkan EXO-Lmu yang tak berduit ini -,_-
Saya berharap, bagi kalian yang bukan EXO-L tapi masih membaca hingga baris ini dapat mengerti walau hanya seperseribu perasaan saya, berhenti menertawakan saya, walaupan saya tahu bahwa postingan kali ini akan anda cap menjadi postingan teralay saya-,-
Sekian.
Ya, Allah, I wish I were here right now, One day, You will give me a chance, right? Jebal :')
Posted by
Zakinah Rizky Rahman
at
6:37 AM
Labels:
Catatan Harian,
Heart,
Kesukaan,
Random
Saturday, December 12, 2015
Hujan; derai memori usang
Pada Oktober pun NovemberBak beruang kutub beradaptasi
Sepotong hatinya berhibernasi
Damai dalam tawa-tawa
Tanpa letupan-letupan
Tanpa tingkah-tingkah bodoh
Lepas
Hampir saja menjadi kebiasaan
Akhir tahun hadir
Desember menyapa
Didampingi hujan yang semakin sering bertamu
Mengiringi detik-detik senja
Mengiringi tidur panjangnya
Disenandungi bunyi hamburan air
Pada permukaan genting
Tik tik tik
Gerisik
Mungkin oleh atap yang berderai
Atau oleh kenangan nan dirapal hujan
Sandarannya tergoyahkan
Tergoncang semenit
Sejam
Dua jam
Memorinya bersekutu
Dan ia terbangun
Dari hibernasi yang ia harap
Sebuah kematian saja
Sunday, October 18, 2015
Prokrastinator; let's change
Hal yang paling menyebalkan adalah bertengkar dengan diri sendiri. eh? maksudnya bukan nonjok muka sendiri. Tapi, seperti ada dua suara dari dalam hati yang saling beradu, yang A maunya dikerjakan sekarang dan si B yang paling menjengkelkan namun entah kenapa dominan memilih untuk sebentar, sebentar, sebentarpi..
Hfft, kalau kejadian-kejadian seperti itu muncul, maunya teriak tapi tidak mungkin, hiks
Prokrastinasi, saya menyebutnya suatu penyakit. Penyakit yang seharusnya tidak datang di saat tugas padat seperti ini. Gara-gara 'penyakit' itu, saya jadi sering menipu diri sendiri, jadi susah punya komitmen.
Berbagai upaya sudah saya coba, dengar banyak nasihat, buat note-note reminder, keep promising myself today I'll do all these things, istighfar banyak-banyak, tapi tetap saja. huaa~
Walaupun alhamdulillah semua deadline untuk saat ini bisa terselesaikan, mencapai target.
Tapi dari setiap tugas pasti ada saja "tunggu sebentar"nya, dan hal ini sering membuat cemas dan tak jarang tertekan.
Prokrastinator, apakah Anda salah satunya?-,-
Mari sama-sama berubah. Ya, harusnya bisa berubah! coz we know that our life would improve if we would just buckle down and put forth the effort, gimana bisa suksesnya kalau sifat ini dipelihara terus?
Semoga saya dan Anda yang juga merasa seorang proktastinator bisa berubah menjadi pribadi yang lebih ter-manage :)
Hfft, kalau kejadian-kejadian seperti itu muncul, maunya teriak tapi tidak mungkin, hiks
Prokrastinasi, saya menyebutnya suatu penyakit. Penyakit yang seharusnya tidak datang di saat tugas padat seperti ini. Gara-gara 'penyakit' itu, saya jadi sering menipu diri sendiri, jadi susah punya komitmen.
Berbagai upaya sudah saya coba, dengar banyak nasihat, buat note-note reminder, keep promising myself today I'll do all these things, istighfar banyak-banyak, tapi tetap saja. huaa~
Walaupun alhamdulillah semua deadline untuk saat ini bisa terselesaikan, mencapai target.
Tapi dari setiap tugas pasti ada saja "tunggu sebentar"nya, dan hal ini sering membuat cemas dan tak jarang tertekan.
Prokrastinator, apakah Anda salah satunya?-,-
Mari sama-sama berubah. Ya, harusnya bisa berubah! coz we know that our life would improve if we would just buckle down and put forth the effort, gimana bisa suksesnya kalau sifat ini dipelihara terus?
Semoga saya dan Anda yang juga merasa seorang proktastinator bisa berubah menjadi pribadi yang lebih ter-manage :)
source: eyqaz.tumblr.com
Friday, August 7, 2015
Everybody Changes
Sama halnya dengan musim yang berganti, setiap orang telah berubah dan akan berubah
Apakah musim tak diperkenankan melakoni peran sejarah saja?
Ia tak berubah dan tak akan pernah berubah
Seiring musim berlalu, orang-orang semakin jelas saja perubahannya
Dan entah kenapa, rasanya lebih menakutkan dari mimpi buruk yang berulang-ulang
Apakah melakoni sejarah adalah sebuah kesalahan? atau suatu hal yang sebaiknya tak dilakukan?
Manusia adalah makhluk lemah yang tak seharusnya diharapakan dan dikasihi secara berlebih, saya pun tersadar dan disadarkan
Coz just like seasons, people CHANGE
Apakah musim tak diperkenankan melakoni peran sejarah saja?
Ia tak berubah dan tak akan pernah berubah
Seiring musim berlalu, orang-orang semakin jelas saja perubahannya
Dan entah kenapa, rasanya lebih menakutkan dari mimpi buruk yang berulang-ulang
Apakah melakoni sejarah adalah sebuah kesalahan? atau suatu hal yang sebaiknya tak dilakukan?
Manusia adalah makhluk lemah yang tak seharusnya diharapakan dan dikasihi secara berlebih, saya pun tersadar dan disadarkan
Coz just like seasons, people CHANGE
Thursday, July 30, 2015
Saturday, June 27, 2015
First day being 17 years old~
Saya selalu khawatir setiap akan bertemu Juni bertanggal 27, haha entah kenapa :D
Bukannya takut nanti banyak yang minta traktiran x_x hanya saja, semakin ke sini saya takut menjadi orang dewasa. Mereka terlihat memiliki begitu banyak masalah, haha dasar pecundang yang ingin bersembunyi dan tetap aman dengan berstatus sebagai gadis kecil saja. Saya khawatir belum siap melalui masalah berat yang mereka (orang dewasa) harus lalui.
Haruskah saya menetap di Neverland saja? :D
Walaupun berada di sekitar orang-orang yang lebih dulu merasakan berumur 17 tahun membuat saya penasaran, "how it feels to be 17yo?." Pasalnya, mereka terlihat sangat bahagia saat menginjak usia 17 tahun, happy sweet seventeen katanya. Apakah berumur 17 tahun adalah hal yang spesial?
Yah, mungkin juga cukup spesial. Telah berhak mendapatkan KTP tanpa harus menggunakan KTS lagi, berhak berpartisipasi pada pemilu, dan punya SIM, kelihatannya memang menyenangkan. Tapi jujur, rasanya berusia 16 tahun jauh lebih menyenangkan :D
Bersikaplah dewasa, jangan sering membebankan orang tua!
Now I am 17 years old. How mature could I possibly be?
Friday, June 12, 2015
Pikiran dan Perasaan Selalu Melampaui Langkah Kaki
Di titik ini aku masih kesulitan terseok bahkan terdiam.
Tanpa perpindahan
Sedangkan dia yang juga aku telah lama berlayar sedari tiga tahun yang lalu, walau belum juga berlabuh
Memang benar bahwa pikiran dan perasaan manusia selalu lebih jauh dari langkahan kakinya sendiri
Ia yang juga aku adalah anugrah tanpa diberi batas sejelas dan sedetil langkahan kakiku
Walaupun sedikit lebih bebas, ia tetap saja tak berdaya
Tanpa langkahan kakiku, ia tak mampu beranjak nyata
Ia bisa saja tersesat karena berlabuh terlalu jauh
Namun, jeritan pun pintanya dalam diam memiliki kekuatan yang tak terkira
Jauh melampaui langkah kakiku yang berlari
Olehnya ia meski mampu melalui batasan-batasan langkah kaki, sebaiknya berdiam lalu menunjukkan kekuatannya diujung-ujung sajadah, di antara buliran bening yang tak tertahankan, serta di atas telapak tangan yang tengah menengadah
Sebaiknya ia diam menemani kedua kaki sampai siap melangkah
Hingga langkahku diberi jalan di antara batasan-batasan itu
Hingga ia dapat berbunyi lalu berjalan sejajar dengan langkahan kakiku
When the time is right, it'll happen. So, just be strong and be patient :)
Tanpa perpindahan
Sedangkan dia yang juga aku telah lama berlayar sedari tiga tahun yang lalu, walau belum juga berlabuh
Memang benar bahwa pikiran dan perasaan manusia selalu lebih jauh dari langkahan kakinya sendiri
Ia yang juga aku adalah anugrah tanpa diberi batas sejelas dan sedetil langkahan kakiku
Walaupun sedikit lebih bebas, ia tetap saja tak berdaya
Tanpa langkahan kakiku, ia tak mampu beranjak nyata
Ia bisa saja tersesat karena berlabuh terlalu jauh
Namun, jeritan pun pintanya dalam diam memiliki kekuatan yang tak terkira
Jauh melampaui langkah kakiku yang berlari
Olehnya ia meski mampu melalui batasan-batasan langkah kaki, sebaiknya berdiam lalu menunjukkan kekuatannya diujung-ujung sajadah, di antara buliran bening yang tak tertahankan, serta di atas telapak tangan yang tengah menengadah
Sebaiknya ia diam menemani kedua kaki sampai siap melangkah
Hingga langkahku diberi jalan di antara batasan-batasan itu
Hingga ia dapat berbunyi lalu berjalan sejajar dengan langkahan kakiku
When the time is right, it'll happen. So, just be strong and be patient :)
-sincerely to my unrequited heart, haha
Thursday, May 7, 2015
Kinda a Loner
Sendiri bukan berarti sepi
Kau bisa merasakan keramaian yang diciptakan orang-orang disekitarmu
Sendiri juga bukannya tak nyaman
Dengan sendiri, kau boleh leluasa menemukan solusi dari berbagai masalah yang kau jumpai dengan menyelami labirin alat pikirmu
Dengan sendiri, kau dapat leluasa menengadah berlama-lama seraya menikmati tarian awan yang berakak-arakan, tentunya tanpa rasa cemas bahwa seseorang yang sedang bersamamu mungkin merasa tak diacuhkan
Dengan sendiri, kau akan lebih leluasa mengaduh kepada cinta nomor satumu, yang selalu menemanimu, anytime and wherever you are
Kadangkala beberapa orang sangat khawatir ketika ia sendiri
Kadangkala beberapa orang lainnya seringkali mencari-cari kesempatan agar dapat sendiri, agar dapat terbebas dari penjara kenaifan dan agar tak perlu repot-repot menyembunyikan hal-hal yang sebaiknya disembunyikan
Sendiri tak selamanya malang seperti kebanyakan sepasang bola mata tangkap
Sometimes you need to know how to be alone. Not to be lonely. :)
Kau bisa merasakan keramaian yang diciptakan orang-orang disekitarmu
Sendiri juga bukannya tak nyaman
Dengan sendiri, kau boleh leluasa menemukan solusi dari berbagai masalah yang kau jumpai dengan menyelami labirin alat pikirmu
Dengan sendiri, kau dapat leluasa menengadah berlama-lama seraya menikmati tarian awan yang berakak-arakan, tentunya tanpa rasa cemas bahwa seseorang yang sedang bersamamu mungkin merasa tak diacuhkan
Dengan sendiri, kau akan lebih leluasa mengaduh kepada cinta nomor satumu, yang selalu menemanimu, anytime and wherever you are
Kadangkala beberapa orang sangat khawatir ketika ia sendiri
Kadangkala beberapa orang lainnya seringkali mencari-cari kesempatan agar dapat sendiri, agar dapat terbebas dari penjara kenaifan dan agar tak perlu repot-repot menyembunyikan hal-hal yang sebaiknya disembunyikan
Sendiri tak selamanya malang seperti kebanyakan sepasang bola mata tangkap
Sometimes you need to know how to be alone. Not to be lonely. :)
Sunday, March 22, 2015
Paku yang Kukuh
Rela sudah kedua tungkaiku seperti paku yang menancap kukuh pada
kayu-kayu.
Yang kian lapuk oleh pergantian panas dan hujan.
Keduanya keras
kepala tak bergerak, walau seinci,
meski angin ribut perlahan berarak
dan
memintanya tuk menyerah saja.
Monday, February 23, 2015
Teruntuk Ibunda Rahmatia yang Selalu Hidup di Sanubari
Awal mendengar kabar duka, bendungan di pelupuk mata kami tak juga
pecah,
alat pikir kami sesaat terputus, melongo bodoh dan terus mencari kepastian.
Kami merasa sangat berat, hingga masih belum percaya.
Bahwa sesosok ibu nan hangat itu telah tiada,
Sosok ibu nan memiliki senyum terindah itu telah pergi,
Pribadi lemah lembut itu kini meninggalkan kami.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un wa inna ila rabbina lamunqalibun. Al-Fatihah.
alat pikir kami sesaat terputus, melongo bodoh dan terus mencari kepastian.
Kami merasa sangat berat, hingga masih belum percaya.
Bahwa sesosok ibu nan hangat itu telah tiada,
Sosok ibu nan memiliki senyum terindah itu telah pergi,
Pribadi lemah lembut itu kini meninggalkan kami.
Bukan hanya kami,
kelas, bangku guru serta taplak meja yang sering beliau rapikan sebelum
beranjak pun akan merasa kehilangan.
Sosok ibu yang
benar-benar baru saja kemarin berdiri kokoh di hadapan kami, kini telah
terbujur lemah dibalik sehelai kain batik.
Tak kita temui lagi
candaan dan tatapan sejuk beliau
Namun kedua matanya
masih nampak teduh seperti biasanya,
Perawakannya tetap
berwibawa dan anggun seperti hari-hari sebelumnya,
Sapaan serta
nasihat-nasihatnya masih bertalun jelas di benak kami.
Teruntuk Ibunda
Rahmatia yang selalu hidup di sanubari, terima kasih banyak atas segala
dedikasi yang telah Ibu berikan kepada kami, pengabdian serta nasihat yang
telah banyak menumbuhkan pola pikir kami, jasa-jasa Ibu akan terus kami kenang.
Kami semua merasa sangat kehilangan dan senantiasa memanjatkan doa agar Ibu
ditempatkan di sisi-Nya sebagai tempat yang terbaik. Karena kasih sayang Allah
kepada Ibu nampaknya lebih besar dibanding kami.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un wa inna ila rabbina lamunqalibun. Al-Fatihah.
![]() |
| Mengenang momen bersama Ibu Tia |
Wednesday, January 7, 2015
Maybe, Fate?
Sebagaimana bunga pada angsana berguguran di penghujung Agustus, meninggalkan tangkai yang telah menadahnya, tumbuh, mekar, lalu berjatuhan.
Sebagaimana api pada sebatang lilin yang padam
dikala angin mendekap, bertuju tuk menerangi, bertahan pada seikat sumbu. Dan
pada akhirnya lenyap.
Sebagaimana mentari yang tenggelam dikala detik
petang berkunjung. Percikan merona tak diperkenankan tuk abadi. Sekedar singgah
pada pelupuk telaga. Lalu terselam.
Kesuma berguguran oleh waktu
Sang pelita padam didekap sendalu
Arona membenam dijajah malam kelabu
Seperti halnya sebuah rasa tanpa syarat
Tanpa kenal masa
Tanpa mengecap ruang
Tanpa menyimak rupa
Mereka buta, tuli, namun tak cacat
Tak mampu dicegah pun disekat..
Sunday, December 28, 2014
Tumbuhan Ajaib
Kunamakannya tumbuhan ajaib
Ia tumbuh begitu saja, layaknya rerumputan liar di
halaman belakang
Tanpa dilirik apalagi dimanja, ia tumbuh menjadi
amat subur
Oleh alasan mengganggu jalan, tunas-tunasnya
berusaha kupangkas
Anehnya dia tumbuh dua-tiga kali lipat
Semakin kuinjak dan kucabuti
Helai daun barunya malah semakin banyak
Akar-akarnya laksana mencengkram tanah sedalam
semeter
Mungkin karena kelelahan
Maka kucoba tuk acuh dan mendiaminya, sehari lalu
sepekan
Namun rasanya sangat mengusik pikiran
Baiklah, jangan memperdulikan tempat berpijaknya
tumbuhan ajaib itu lagi, nantikan saja hingga akarnya kerontang dan
daun-daunnya coklat beruguguran
Subscribe to:
Posts (Atom)









